Sekarang mo nulis tentang ASI, bukan bermaksud untuk nyaingin blog Umminya :) , tapi anggap saja kata pengantar aka pendahuluan sebelum Umminya kembali dari puasa ngeblog lantaran konsentrasi full mengurus buah hati kami “Shafiyyah Kalila”.

Hmm disini saya juga hanya akan menulis dari sisi saya sebagai Abi (Bahasa Arab yang berarti Bapakku) dari anak yang sedang mencoba untuk ASI Ekslusif 6 bulan dan insya Allah akan dilanjutkan sampai 2 tahun *doain ya*, sedangkan tentang masalah ilmiah dan pendapat ahli, sertar referensi-referensi lainnya, nanti aja ditulis ama Umminya, yang emang sudah koleksi dari jauh-jauh hari referensi tentang ASI baik itu artikel di internet maupun buku-buku.

Hmm, sekedar informasi bagi yang belum tau, putriku Shafiyyah Kalila, lahir pada tanggal 17 Juni 2008, bertepatan dengan ulang tahun Palembang *kata sejarawan sih, soalnya gak ngecek sendiri :)*.

Tentang masalah ASI ini, Umminya dari kapan hari sudah sering forward banyak link yang berkaitan dengan ASI ini dari berbagai sisi dan tentunya sumber juga. Tujuannya sih katanya biar Abinya ini bisa jadi pengacara ASI di keluarga dan lingkungan yang bisa membela hak Ibu dan Anaknya *doain ya bisa jadi pengacara yang baik*, berhubung kurang kondusifnya lingkungan kita terhadap dukungan ASI ini, yang lebih dikarenakan kurangnya ilmu sekitar kita dan juga dahsyatnya kampanye tidak sehat dari pihak yang tidak senang dengan ASI, meskipun sudah banyak himbauan untuk ASI ini baik dari pemerintah dengan Depkes-nya, lembaga-lembaga kesehatan dunia, bahkan agama kita sendiri sudah mengajarkan masalah ASI atau menyusui ini.

Saya juga baru tahu tentang beberapa penelitian medis yang belum umum kita ketahui *atau hanya Bair aja ya?*, seperti fakta bahwa bayi yang baru lahir itu tidak apa-apa kalau tidak minum selama 2 hari sehingga sabar aja dan yakin aja jika dalam 1-2 hari ASI belum keluar. Tapi secara umum saya yakin pada dasarnya kita semua sudah sadar dan tahu manfaat ASI Eklusif dan menyusui anak sampai usia 2 tahun ini, cuman berdasarkan informasi cerita dan pengalaman yang saya baca, lihat, dengar dan rasakan lebih banyak dikarenakan kurang Percaya Diri saja ketimbang menggampangkan manfaat ASI.

Padahal selain tahu manfaat ASI yang sangat besar, tidak jarang kita temui orang tua yang mengeluh dengan harga susu bayi yang sangat tinggi, kenyataannya kalau belanja ke supermarket bisa dilihat susu formula termasuk barang ekslusif sampai-sampai tidak jarang harus di beri alarm pengaman *ck ck ck*.

Terus terang dalam kondisi saya yang sedang pas-pasan aka prihatin bukan hanya tidak perlu khawatir menghabiskan separuh uang gaji untuk membeli susu formula untuk bayi sebagaimana curhatan salah seorang keluarga yang masih tahap training di kantornya, saya malah merasa bahagia dan lega bisa memberikan yang terbaik untuk anak saya, sebagai amanah besar dari Allah Subhanawata’ala.