Kakang Linus Torvald (pencetus Linux) sebagaimana dikutip oleh Eric Steven Raymond dalam bukunya yang legendaris “The Cathedral and The Bazaar” mengakui kalo penemuan dari suatu masalah menempati posisi yang penting, bahkan lebih penting dari dan menantang dibanding penemuan solusi. Kadangkala, kebuntuan dalam menagani suatu masalah adalah akibat definisi masalah yang keliru.

Hmmm…. jadi kepikiran lagi nih tugas berat untuk mencari solusi masalah pendidikan kita. Di luar negeri saja model pendidikan mulai diarahkan untuk terjun mencari pengalaman dan jam terbang di dunia nyata adalah agar setiap individu selain menjadi pemecah masalah, ia juga dapat menjadi perumus masalah yang baik. Hal ini untuk mengimbangi kegiatan di kelas dimana kebanyakan para siswa menerima sebuah soal yang sudah jadi..

Lalu bagaimana tidak khawatir jika melihat kondisi kita di Indonesia dimana para pengajar hanya menghadirkan soal hapalan dan bahkan tidak jarang soal puluhan tahun lalu karena malas buat soal baru (yang berkebalikan dengan buku cetak yang berganti terus), sementara para siswa dapat terbiasa dengan menghafal solusi dari soal-soal yang sudah ada.