Akhir-akhir ini kita sering dengar perkataan-perkataan semacam, “Ini tidak sesuai dengan nilai-nilai ketimuran”, “Kita harus menjaga nilai-nilai dan norma-norma  kita agar tidak dipengaruhi budaya lain”, dan lain-lain yang semisalnya..

Terus terang saya termasuk orang yang tidak setuju dengan anggapan bahwa nilai-nilai itu adalah sebuah anugrah, warisan, dan sesuatu yang sakral dan tidak boleh diganggu gugat. Padahal sebagaimana rumusan dari manusia yang pasti ada kekurangannya, nilai-nilai ini sepatutnya lebih kepada sebuah pencarian bentuk yang terus menerus, seiring dengan bertambahnya ilmu, semakin beradab, dan tentu saja semakin pahamnya kita terhadap agama.

Nilai-nilai dan norma-norma masyarakat yang merupakan rangkuman dari kebijakan pendahulu kita tentunya pasti ada kekurangannya, apalagi dengan berjalan seiringnya waktu dan perubahan. Setiap saat nilai-nilai ini harus kita sempurnakan, perbaiki, ambil yang baiknya, buang yang buruknya, lengkapi yang masih kurang, dan lain-lain disamping mempertahankan yang baik dan bermanfaat.

Hal ini tentunya berbeda dengan aturan-aturan agama yang kita yakini sebagai wahyu yang sempurna yang datangnya dari yang telah menciptakan kita.