Organisasi / Kelompok Islam - Percakapan singkat di teras Masjid

Uncategorized February 23rd, 2009

“Bair, kamu orang ……………………. (nama salah satu ormas besar Islam di Indonesia) ya ?”

#Senyum#Tidak Pak, saya tidak pernah ikut dan gabung organisasi-organisasi, apalagi kalau menjadi anggota organisasi tercatat. Saya hanya ikuti apa yang paling benar, paling sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah menurut pemahaman yang benar.

Ikut-ikut organisasi sih tidak ada yang salah, cuman Bair pribadi takut lebih mengutamakan AD/ART, pendapat, keputusan kelompok/organisasi kita dari Al Qur’an dan Sunnah.

Emang kenapa Pak?

Gpapa, kirain aja, habis Bair gak mau ngelakuin sunnah-sunnah seperti kita.

Sunnah-sunnah yang bagaimana Pak?

Dzikir bareng habis sholat, baca yasin tiap malam Jum’at, sholat sunnah rawatib, kayak kita-kita.

Oh yang itu, kalau sholat sunnah rawatib kan Bair memang jarang di mesjid Pak, soalnya memang untuk sholat sunnah rawatib diutamakan di rumah kita atau tidak di tempat umum yang dilihat orang, walaupun di Masjid juga tidak apa-apa. Nabi Muhammad “Shallallahu ‘alaihi Wassallam” juga mencontohkan seperti itu, kalau Bapak mau lihat dalil dan riwayatnya ntar saya bawakan bukunya.

Tentang dzikir jama’ah dan yasinan, saya gak ikut, karena saya belum dapat dalilnya yang kuat Pak, saya takut justru melakukan perbuatan sia-sia Pak, malahan bisa dosa kalau melakukan tanpa ilmu. Hmm kecuali Bapak ada dalilnya yang sahih mungkin bisa saya pinjam bukunya?

nb: percakapan tidak sama persis, susuan pertanyaan dan jawaban sudah disunting