Membahagiakan Orang Tua Bair

Uncategorized September 26th, 2008

Dulu waktu masih jahiliyah, Bair punya cita-cita untuk jadi orang besar untuk bisa membahagiakan dan menjadi kebanggaan orang tua ku yang sangat Bair sayangi. Dulu kebayang cara untuk membahagiakan mereka untuk membalas semua yang mereka berikan sejak Bair masih dalam kandungan sampai sekarang adalah dengan berusaha meberikan semua apa yang terbaik di dunia ini. Padahal, jujur saja untuk obsesi pribadi Bair sendir tidak terlalu macam-macam, Bair pribadi sudah cukup bahagia kalo nantinya bisa kerja yang menyenangkan dan hidup di lingkungan yang tenang, tentram, dan tiap hari bisa ketawa ketiwi serta becanda dengan teman-teman dan keluarga, tapi karena berpikir untuk menyenangkan orang tua Bair jadi memasang target yang besaaar sekaaalii dalam hal keduniaan.

Alhamdulillah sewaktu kuliah berkat do’a dari ibu bapak, Bair bisa mendapat lingkungan yang bisa lebih mencerahkan Bair. Ketertarikan dan minat Bair untuk belajar jadi manusia yang lebih baik, sangat ditunjang lingkungan yang sarat majelis-majelis ilmu. Bair masih ingat waktu itu salah satu kata-kata Ustad yang intinya begini,

“Satu-satunya cara agar bisa membalas apa yang diberikan oleh orang tuamu, adalah dengan mengusahakan bagaimana mereka bisa bahagia di akhirat. Ingat semua yang kalian berikan di dunia ini tidak dapat membalas air susu ibu-ibu kalian, rasa kantuk bapak-bapak kalian yang bangun di tengah malam mengganti popok,… Keduniaan itu hanyalah tambahan dan fasilitator saja, bukan segalanya..”

Sejak itu Bair berjanji akan selalu memprioritaskan bagaimana orang tuaku bisa bahagia di akhirat, mulai dari membagi ilmu agama khususnya tauhid, selalu mendoakan mereka, menjaga nama baik mereka, menasehati mereka dalam berbagai hal yang perlu dinasehati dan sudah sampai ilmunya pada Bair.

Ya.. Bair akui Bair kadang kurang bijak, itu semua karena kebodohan Bair juga dalam menyampaikan, Alhamdulillah orang tua Bair bisa menerima dan justru senang.

Mudah-mudahan Bair bisa istiqomah, dan berusaha untuk bisa memberikan tambahan *dunia* dengan menjadi manusia yang bermanfaat dan barokah bagi semua, untuk membuat mereka bangga.

Hmm.. kalau ada yang bilang Bair riya, dengan menceritakan ini semua, Bair jawab.. itu tidak benar, sebab yang Bair ceritakan ini adalah sesuatu yang wajib, sehingga memang sebaiknya ditampakkan, karena kondisi defaultnya sudah seharusnya semua orang begitu.

ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO

Artinya: “ Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku, Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu kecil

Akal dan ilmu untuk tunduk pada Allah Subhanawata’ala

Uncategorized May 18th, 2008

Baru-baru ini baca buku “Mitos-mitos besar yang Keliru” karangan DR. Karl Kruszelnicki dari Australia. Di buku ini membahas banyak pandangan umum di masyarakat yang ternyata salah bahkan tidak beralasan.

Poin yang coba saya share disini adalah penjelasan pada halaman 250 (bukunya terjemahan terbitan BIP), menjelaskan bahwa sebuah data menunjukkan bahwa 260 kesimpulan yang telah dipublikasikan antara tahun 1935-1995, dalam jurnal “Surgery,  Gynecology and  Obstetrics” saat ini hanya setengah dari fakta tersebut yang masih benar 45 tahun kemudian.

Penelitian lain menyelidiki  kesimpulan dalam bidang penyakit liver, antara periode tahun 1945-1999, yang telah dipublikasikan dalam jurnal “Lancet” dan “Gastroentology” sekali lagi menunjukkan hanya setengah dari kesimpulan tersebut yang masih dianggap benar 45 tahun kemudian.

Hal ini bisa jadi pelajaran untuk menunjukkan kepada kita yang sering mengagungkan ilmu pengetahuan manusia tanpa aturan. Memang tidak salah membanggakan otak dan akal, akan tetapi bila kita berbenturan dengan wahyu yang berasal dari dalil yang sahih dimana maksud dari dalil tersebut sudah jelas dan tidak bertentangan atau bahkan dijelaskan dengan dalil lainnya, maka sebagai manusia yang hanya mendapat jatah otak pemberian dari Allah Subhanawata’ala sudah sepantasnya kita lebih mengutamakan dalil dan coba mengesampingkan ego kita. Karna pemikiran manusia itu belum pasti benar, berbeda dengan ilmu Allah yang menciptakan dan mengatur manusia dan seluruh alam semesta.

Akal disini kita gunakan untuk mencari tahu bahwa benarkah Allah yang Maha Esa yang menciptakan kita dan mengatur semuanya? Bila kita sudah yakin akan hal tersebut tentunya akal kita akan sadar dan tunduk pada wahyu dan perintah-perintah Allah yang sudah pasti menginginkan kebaikan kepada umat manusia, sadar atau tidak sadar dan dapat langsung kita cerna hikmahnya saat ini secara langsung atau belum. Walaupun sangat jauh bila dibandingkan, jika kita tahu yang membuat suatu alat elektronika adalah sebuah pabrik, maka kita akan mengikuti petunjuk pemakaian dari yang merancang dan membuat peralatan elektronik tersebut. Terlebih dari bila kita sudah mencoba mencari tahu dan mengkaji bahwa Allah adalah Dzat yang Maha Tahu dan sempurna, maka kita akan mengikuti aturannya jika ingin selamat dunia akhirat.

Hal ini dengan catatan bahwa dalil di wahyu itu sudah jelas dan bukan penafsiran atau doktrin-doktrin dengan cara pengambilan kesimpulan yang tidak jelas. Oleh karena itu dalam Islam sudah dijelaskan misalnya metode penafsiran AlQur’an adalah, suatu ayat akan dijelaskan oleh ayat yang lain, baru kemudian akan dijelaskan oleh hadist shahih, baru kemudian oleh penjelasan sahabat, tabiin dan tabi tabiin, dan seterusnya misalnya dengan kaidah bahasa arab yang benar atau penelitian ilmu pengetahuan dan teknologi.

Banyak dari kita yang tidak sadar bahwa ilmu yang ada dari kita
hanyalah ilmu yang diberikan oleh Allah Subhanawata’ala dan dijelaskan
kadarnya dibanding ilmu Allah seperti tetesan air yang tertinggal
dijari tangan saat kita celupkan di samudra yang luas. Belum lagi kadang kita tidak bisa membedakan campur aduk antara akal, perasaan bahkan nafsu, mau bukti sederhana? hmm.. coba aja lihat betapa banyak orang yang bisa membaca peringatan bahaya merokok tetap saja mengeluakan uang yang kadang kurang untuk belanja makan keluarganya. Ini salah satu bukti akal kita kadang bisa tunduk pada nafsu..

Tapi perlu diingat juga, pada porsi dan penempatan yang tepat, akal harus digunakan dalam beragama. Islam sangat menghargai akal dan otak sehingga orang yang tidak berakal a.k.a gila dalam Islam akan dilepaskan dari hukum syariat. Alasan Islam mengharamkan minuman keras, hal ini salah satunya adalah karena efek hilangnya akal dan merusak otak dari benda tersebut. Akal juga diperlukan untuk mengerti aturan-aturan dan kaidah-kaidah dalam Islam.

Jangankan manusia, binatang yang terlatih saja mendapat penghargaan lebih dalam Islam, dimana binatang buruan yang ditangkap dan mati oleh anjing pemburu yang terlatih hukumnya boleh dan halal dimakan (tentunya dengan beberapa syarat lainnya), sedangkan bila binatang tidak terlatih maka hukumnya adalah bangkai dan haram.

“Dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatihnya untuk berburu, kamu mengajarkannya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, maka makanlah dari apa yang telah ditangkapnya untuk kamu.” (QS al-Maidah: 4).

Mengenal “Agama” Ahmadiyah

Uncategorized April 25th, 2008

Belakangan ini di Indonesia baru ramai tentang Ahmadiyah, yang mengaku sebagai umat Islam, akan tetapi sangat disayangkan bukan bagian dari Islam.
Banyak sekali yang pro dan kontra, akan tetapi sangat jelas bagi seorang muslim apabila menyandarkan sudut pandangnya jelas pada AlQur’an dan Sunnah dengan pemahaman yang benar maka akan dengan mudah  mengetahui bahwa ahmadiyah bukan Islam.

Wahai saudaraku dalam perkara agama mengkafirkan seseorang/kelompok
adalah perkara yang berat, dan segala sesuatunya harus didasarkan
dengan ilmu. Perkara pengkafiran ini harus ditanggapi serius, sebab ada 2 masalah besar dalam pengkafiran;

  1. Orang yang gampang mengkafirkan orang lain tanpa ilmu (takfirin) maka bisa jadi tuduhan itu kembali kepada dirinya sendiri, salah satu dalil yang menasehati tentang hal ini adalah hadist shahih Muttafaq ‘alaihi (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim) berikut; “Artinya : Siapapun orang yang mengatakan kepada saudaranya ‘Hai
    Kafir’, maka perkataan itu akan mengeneai salah satu diantara keduanya. Jika perkataannya benar, (maka benar). Tetapi jika tidak, maka tuduhan itu akan kembali kepada diri orang yang mengatakannya” [Muttafaq ‘alaih, dari Ibnu Umar]. Lebih lengkap tentang masalah ini bisa dibaca di artikel berikut; artikel ini dan ini
  2. Di satu sisi terdapat kaidah yang sudah jelas dalam Islam dimana,’Barang siapa yang tidak mengkafirkan orang yang sudah jelas2 kekafirannya adalah kafir’. (tapi tetap harus berhati2, silahkan baca disini).

Sedangkan penetapan ahmadiyah adalah bukan bagian dari Islam sudah merupakan kesepakatan dan pendapat bulat dari seluruh ulama di seluruh dunia. Salah satunya adalah fatwa dari ;

Jawaban Lajnah Daimah Lil Buhuts wal Ifta’

——————–

Adapun perbedaan antara keduanya adalah, bahwa kaum muslimin hanya menyembah kepada Allah, dan mengikuti (ittiba’) kepada Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam, dan mereka beriman bahwa beliau shallallohu ‘alaihi wasallam adalah penutup para nabi dan tidak ada nabi setelahnya.

Sedangkan Ahmadiyah, mereka adalah orang-orang yang mengikuti Mirza ghulam Ahmad, mereka adalah orang kafir, mereka bukan kaum muslimin. Karena mereka berkeyakinan bahwa Mirza ghulam Ahmad adalah seorang nabi setelah nabi shallallohu ‘alaihi wasallam. Dan siapa saja yang ber-I’tiqad/berkeyakinan dengan keyakinan seperti ini, maka ia adalah kafir.

Alloh Ta’ala berfirman,

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. [QS. Al-Ahzab :40]

Dan telah nyata pula sabda Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam,

أنا خاتم النبيين لا نبي بعدي

“Aku adalah penutup para Nabi, dan tidak ada Nabi setalah aku.”

——————–

Oleh karena itu bagi yang ingin mengetahui secara lengkap dari sisi syar’i dan tidak menyimpulkan dari statemen2 singkat dari media massa,  berikut saya sertakan link2 yang mudah2an bisa dibaca sebagai referensi syar’i dalam menyikapi ahmadiyah ini;

Ada beberapa sedikit ganjalan/pertanyaan,

“Katanya Islam dalam Al Qur’an tidak memaksakan agama bagi orang lain?”.

Maka jawabannya: Benar, Lakum dinukum waliyadin. Akan tetapi dalam kasus ini ahmadiyah menyempal pada Islam, kalau dia tidak mengaku sebagai Islam dalam kasus ini tentulah tidak akan disikapi seperti ini oleh kaum muslimin.

“Ada beberapa poin tuduhan terhadap Ahmadiyah, yang disangkal oleh pengikutnya”.

Itu bisa jadi, sebab yang dijatuhi fatwa oleh para ulama seluruh dunia bukan orang perorang, melainkan berdasarkan studi secara teliti kitab Tadzkirah dan buku2 mereka. Adapun jika dia tidak sama dengan yang ada di poin2 kesalahan Ahmadiyah, maka dia bukan Ahmadiyah yang dijatuhi fatwa itu (simple kan :) )

“Karena penetapan hal ini, nantinya akan terjadi kerusuhan dan anarki?”

Hal ini yang harus diluruskan oleh kita semua. Dalam setiap fatwanya, para ulama selalu menasehati agar jangan ada kekerasan dan anarki, karna hal ini juga hal yang dilarang oleh Islam. Hendaknya semua melakukan sesuai dengan hak dan kewajibannya, dimana pada hal ini tanggung jawab dan hak ada di tangan pemimpin. Oleh karena itu hendaknya pemerintah yang mengambil tindakan dan keputusan (misalnya dengan SKB, dll) paling bijak dan paling tepat terhadap ahmadiyah, dan juga terhadap pihak2 yang melakukan tindak kriminal berupa kekerasan dan anarki. Tambahan mengenai anarki memang merupakan mental buruk dari negara kita yang harus juga dihilangkan dan diperbaiki, terbukti bukan hanya dalam hal ahmadiyah saja ada kekerasan, dalam perebutan lahan, demonstrasi dan lain2.

“Dalam Islam bagaimana hukum orang2 pengikut Ahmadiya ini?”

Dalam Islam perlakuan terhadap penyebar paham dan pengikutnya tentu berbeda2. Jatuhnya fatwa justru salah satu fungsinya untuk melindungi ummat yang sempat mengikuti dan tidak tahu inti sebenarnya penyimpangan tersebut, termasuk juga ummat yg belum sempat ikut. Sedangkan aturan yang dikenai terhadap pihak yang bertanggung jawab dan organisasinya adalah hak dan kewajiban ulil amri untuk menghentikan dan membubarkan.

“Ada pihak k yang menganggap fatwa ini salah, contohnya Islam Liberal dan kawan2″

Ya, yang menolak bisa jadi diantara dua kemungkinan;
1. Mereka kurang berilmu dengan agamanya sendiri.
2. Atau alasan-alasan lain yang kurang ilmiah..

Masukan lain adalah dilakukan secara terbuka dialog, debat ilmiah bahkan sampai mubahalah (saling bersumpah) dari pihak Islam dan Ahmadiyah. Selain itu penting bagi pihak yang mampu untuk memperbanyak publikasi dan sosialisasi kepada seluruh ummat tentang kejelasan permasalahan ini didasarkan ilmu dan rujukan yang benar, yaitu wahyu (Al Qur’an dan hadist yang shahih) bukan sekedar pikiran otak manusia yang terbatas dan hawa nafsu semata. Sosialisasi disini termasuk sosialisasi masalah haramnya anarki dan kekerasan juga dan tindakan tegas atasnya.

Yang benar datangnya semata2 dari Allah Subhanawata’ala dan yang salah adalah kebodohan saya sendiri. Wallahua’lam bissowab

Aku/Kami berlindung kepada Allah dari hal2 yang demikian ( Na’udzubillahi min dzalik)

Uncategorized June 6th, 2006

Dah hampir seminggu saya mo nulis ini.. cuman kebetulan pulang ke AMDI dari cabang *kasian banget teman2 se-team dicabang, ditinggal bair 3 hari…hahaha..padahal sepertinya senang semua huhuhu*, ya.. akhirnya dapat kesempatan ngenet.. mumpung server yang mau dites baru siap entar siang, jadi ada kesempatan untuk meninggalkan jejak..hehhee

Pemicu tulisan ini adalah isi berita singkat KOMPAS minggu lalu (lupa tanggalnya)…kolom kilasan kawat dunia, pada salah satu isinya adalah berita digagasnya sebuah partai baru di Belanda. Lho kok bair tumben ngurusin partai, partai di luar negeri lagi.. apa dah tertarik politik? ..hmm bukan… bukan itu sama sekali (dan please jangan sampai…) saya gak mau nambah lagi interest baru saya ..yang sekarang aja saya sudah dapat kecaman dari berbagai pihak atas dasar ketidakfokusan ..saya huhuuhu

Kembali ke topik bahasan kita, partai di Belanda tadi ternyata didirikan oleh dan untuk mendukung orang2 fedofilia (tau’ bener gak tulisannya) di Londo sono. Fedofilia itu tuh yang ’suka’ (suka’-nya pake tanda kutip lho) sama anak kecil..(Na’udzubillahi min dzalik). Hmm dan yang lebih parahnya lagi, dia tidak hanya minta melalui partai ini nantinya agar fedofilia.. itu dilegalkan di Belanda menyusul homo seks (Na’udzubillahi min dzalik) tetapi juga minta agar teman2nya yang melakukan seks dengan binatang (Na’udzubillahi min dzalik) juga dilegalkan disana.

Terus terang hari itu.. leherku tegang seharian (cuman teman2 gak tau, sebab tertutup wajah charming-ku..), hmm kebiasaan saya kalau mengalami sesuatu yang tidak bisa diterima, sama seperti kalau melihat kekerasan.. hmm jadi ingat waktu nonton berita yang isinya vulgar menayangkan peristiwa tewasnya 5 polisi di Papua waktu demo Freeport.. , pusingnya sampai 3 hari, dikepalaku cuman ada kata2.. ‘kok tega… kok bisa………????’, hmm apalagi kalau ada yang bawa video2 nyata bin biadab tentang perang dan kerusuhan seperti di Poso, Irak, etc …….. SORRRYYY JANGAN HARRAAPPPPPPP!!!!!…

Kembali ke kasus di Belanda (maklum bair kalo cerita, suka lari dari topik.. hahha), saya jadi ingat tentang teori.. penyimpangan sudut. Hmm kira2 gini nih teorinya $PERHATIAN bagi yang agak lambat daya tangkapnya silahkan dicatat ulang dan dibaca berkali-kali hahhaa, termasuk yang tulis dong$ : Jika kita menarik sebuah garis lurus yang awalnya hanya bergeser dengan sudut yang keciiiiiiiilllllllllllllll sekali… dari garis tegak lurus sebagai patokan, maka apabila diteruskan lama kelaman akan melebar terus dan semakin jauh dari garis tegak lurus. Seperti itulah sebuah penyimpangan dan dosa.. apabila dosa2 kecil kita biarkan maka tunggu saja.. lama kelamaan akan mempermudah dan membawa kita ke dosa lain yang lebih besar dan seterusnya ke yang lebih besar lagi.

Awalnya bila orang2 hanya membiarkan dan mentoleransi hal2 kecil yang sejatinya bertentangan dengan norma sosial apalagi norma agama, maka tunggu saja lama kelamaan akan memudarkan hal2 lain yang lebih besar. Itulah sebabnya salah satu hikmah kenapa Islam mewajibkan untuk menutup aurat bagi pria dan wanita dengan standar baku langsung dari yang menciptakan manusia, sebab bila tidak ada batasan2 yang jelas maka batasannya akan menyusut lama kelamaan seiring dengan menyusutnya moral manusia. Iya awalnya sih terbuka dikit.. lama kelamaan makin terbuka..makin terbuka.. dan akhirnya …sampai telanjang sudah tidak apa-apa lagi, dan ini sudah terbukti dengan munculnya kaum nudist yang bebas berjalan2 dengan telanjang di depan umum tanpa merasa bersalah dan risih.

Fungsi dari aturan berpakaian dalam Islam ini *yang demi kebaikan manusian ini*, selain untuk menghindari zina mata yang membuat orang tergerak a.k.a nafsu untuk menuju zina lainnya, juga bertindak sebagai penakar dosis. Penakar dosis?? hahaha ini istilah bair *yang mudah2an kali ini nyambung*, gampangnya seperti minum obatlah, kalau kita sudah terbiasa minum obat dengan takaran tinggi.. maka bila minum obat dengan dosis dibawa itu maka tidak mempan lagi.

Begitu pula sahwat a.k.a nafsu sex yang merupakan fitrah manusia dan rahmat dari Allah Subhana Wata’ala kepada kita. Apabila terlalu vulgar dan terlalu diekspos maka bisa-bisa hilang rasanya dan harus mencari yang lain dan lebih dari itu, oke lah selama yang lain itu dalam taraf yang halal dan normal.. monggo, tapi biasanya sih akan lari ke yang dilarang dan abnormal. Lihat saja di barat sana, hmm di timur juga sudah mulai ding… (Na’udzubillahi min dzalik)  dimana pria sudah mulai tidak lagi ada perasaan ‘gimmaannna gitu’…. kalau melihat wanita berpakaian minim bahkan telanjang.. karena sudah merupakan pemandangan setiap hari dan hal yang sangat biasa. Dengan adanya sex bebas orang2 mulai bosan dengan sex yang normal yang apabila dilakukan oleh pasangan suami istri merupakan ibadah, sehingga mencari alternatif lain agar bisa merasakan sesuatu. Maka jangan heran kalau mulai muncul istilah yang aneh2.. mulai dari gonta-ganti pasangan, tukar2an pasangan, sex sejenis a.k.a homo, fedofili, sampai sex dengan binatang (Na’udzubillahi min dzalik).

Coba jujur saja wahai laki2.. kalau kita bila melihat wanita yang berpakaian tertutup, pasti kita lebih penasaran. Hmm… saya yakin ini priasiawi (baca : manusiawi untuk laki2 hahaha…. #maksa#) .. hmm misalnya ..pasti deh kalo ada cewek pake jilbab.., membayangkan melihat wajahnya saja.. tanpa jilbab kita pasti penasaran sekali, apalagi lebih dari itu… tapi warning… jangan diwujudkan dalam tindakan nyata.. hahaha, kecuali tindakan nyatanya dengan buru2 nikah.

Hmm penutupnya NOBODY IS PERFECT, artinya hebat banget tu NOBODY bisa sempurna hehe, nggak ding..(mode serius:ON, ongol: masih ON juga hehe j/k)  ya kita harus menyadari kekurangan kita sebagai manusia yang nggak sempurna *kayaknya gak nyambung juga deh, whatever lah.. dari pada saya pake penutup BAGAIKAN AIR DI UJUNG TANDUK hayooo!!*, dan kemudian dilanjutkan dengan berusaha terus menerus menjadi lebih baik…

nb: Mari kita dukung program Bapak Bair .. untuk Be A Better Man… Aminnnn