Nilai-nilai di masyarakat itu bukan warisan tapi sesuatu yang harus dicari

Uncategorized November 8th, 2008

Akhir-akhir ini kita sering dengar perkataan-perkataan semacam, “Ini tidak sesuai dengan nilai-nilai ketimuran”, “Kita harus menjaga nilai-nilai dan norma-norma  kita agar tidak dipengaruhi budaya lain”, dan lain-lain yang semisalnya..

Terus terang saya termasuk orang yang tidak setuju dengan anggapan bahwa nilai-nilai itu adalah sebuah anugrah, warisan, dan sesuatu yang sakral dan tidak boleh diganggu gugat. Padahal sebagaimana rumusan dari manusia yang pasti ada kekurangannya, nilai-nilai ini sepatutnya lebih kepada sebuah pencarian bentuk yang terus menerus, seiring dengan bertambahnya ilmu, semakin beradab, dan tentu saja semakin pahamnya kita terhadap agama.

Nilai-nilai dan norma-norma masyarakat yang merupakan rangkuman dari kebijakan pendahulu kita tentunya pasti ada kekurangannya, apalagi dengan berjalan seiringnya waktu dan perubahan. Setiap saat nilai-nilai ini harus kita sempurnakan, perbaiki, ambil yang baiknya, buang yang buruknya, lengkapi yang masih kurang, dan lain-lain disamping mempertahankan yang baik dan bermanfaat.

Hal ini tentunya berbeda dengan aturan-aturan agama yang kita yakini sebagai wahyu yang sempurna yang datangnya dari yang telah menciptakan kita.

Taruhan bin Judi

Uncategorized June 28th, 2006

Musim2 piala dunia seperti sekarang ini.. bagi sebagian orang bisa berarti musim taruhan (baca: judi).. Jujur hal ini terasa sekali di daerah tempat saya tinggal di Jakarta, bahkan orang2 disana banyak yang dah menganggap taruhan ini hal yang biasa dan gak dosa *ck ck gak habis pikir..*.

Seru2an dan iseng selama event Piala Dunia.. menjadi alasan dan kedok, padahal aslinya sih emang ketagihan judi. Nah postingan ini berupa rasa belas kasih dan peduli terhadap mereka korban bencana moral *lebih bahaya dari bencana alam tu* judi, khususnya orang2 yg disekitar saya….

Disini saya gak akan bahas dalil2 tentang Judi *bilang aja lu gak hafal ir :p heheh* dalam agama Islam yang saya pilih dan yakini (hmm kan dulu2 waktu masih kecil karena ikut orang tua doang), soalnya masalah haramnya judi merupakan perkara yang umum dan sangat jelas di kalangan kaum muslimin jadi tidak ada yang meragukan lagi haramnya, kalo ada yang masih ragu.. justru orang itu yang bisa diragukan keislamannya ..#sambil ngangguk2…#

Saya jadi ingat waktu masih SD atw SMP ya.. hmm lupa.. pokoknya kalo gak SD.. ya SMP lah (lho kata pembukanya ingat, kok lupa.. ‘dasar kalimat yang aneh’), guru agamaku pernah berujar *??* kalo judi itu lebih bahaya dari kebakaran. Kalo kebakaran bisa menghanguskan rumah dan segala isinya, tapi tanahnya akan tetap utuh.., sedangkan judi bisa menghanguskan sekalian dengan tanah2nya ..

Kalo ada yang bilang, “Itu kan kalo dah parah aja, kalo sudah ketagihan..!!”.. hmm namanya judi, sekali dicoba pasti ketagihan deh,.. entah menang atw kalah semuanya pasti bakal lebih penasaran, yang kalah ..jelas yang paling penasaran karena dah rugi… nah yang menang makin serakah mau menang lebih banyak lagi, lagian kalo dah menang gak mau judi lagi.. entar kena bogem ama yang kalah kalau nolak diajakin judi lagi.. (kalo mau me-reference ke permainan kelereng/gundu waktu masih kecil di Sorowako dulu istilahnya PABETA LARI.. hahaha ada yang pernah dengar gak??).

Dari sisi ekonominya nyata sekali kalo dalam judi itu hanya ada perpindahan uang antara dua belah pihak *itupun kalo gak dipotong ma bandar a.k.a perantara*, dalam judi bin taruhan tidak ada pertambahan nilai dari modal yang dikeluarkan kedua belah pihak yang taruhan.. gak produktif sama sekali.

Nah yang paling nyata ya jelas dari pengamatan sosial sehari2 kita, berhubung uang panas.. biasanya uang judi yang seharusnya  disetor ke keluarganya buat beli beras atau bayar uang sekolah anaknya itu, kalo kalah kan.. jelas apes alias uang itu hangus.. nah kalo menang malah bisa lebih buruk, ujung2nya untuk foya2 dan maksiat.. jarang sekali kita liat orang menang judi langsung bikin acara sunatan masal untuk anak2 yang tidak mampu.. Pokoknya semua dosa itu saling terkait deh, contoh lainnya kalo ada yang sedang main judi rame2.. umumnya sambil minum minuman keras.., mana ada yang minumnya susu atau jamu sambil ngemil kurma…

Tambahan lagi kalo ada yang menang belum apa2 udah ditodong ama teman2nya untuk bagi2 rejeki *haram* tersebut.. paling minimal minta ditraktirlah, tapi pernah gak ingat atw mikir kalo dia kalah mana pernah teman2nya yang tadi itu.. mau bantu urunan dikiiiiittt aja untuk bayar utang taruhannya…

Hmm… Emang kalo dipikir kasian juga mereka2 semua (baca: penjudiawan dan penjudiwati), tapi gimana lagi mereka juga gak sayang ma diri mereka sendiri.

Aku/Kami berlindung kepada Allah dari hal2 yang demikian ( Na’udzubillahi min dzalik)

Uncategorized June 6th, 2006

Dah hampir seminggu saya mo nulis ini.. cuman kebetulan pulang ke AMDI dari cabang *kasian banget teman2 se-team dicabang, ditinggal bair 3 hari…hahaha..padahal sepertinya senang semua huhuhu*, ya.. akhirnya dapat kesempatan ngenet.. mumpung server yang mau dites baru siap entar siang, jadi ada kesempatan untuk meninggalkan jejak..hehhee

Pemicu tulisan ini adalah isi berita singkat KOMPAS minggu lalu (lupa tanggalnya)…kolom kilasan kawat dunia, pada salah satu isinya adalah berita digagasnya sebuah partai baru di Belanda. Lho kok bair tumben ngurusin partai, partai di luar negeri lagi.. apa dah tertarik politik? ..hmm bukan… bukan itu sama sekali (dan please jangan sampai…) saya gak mau nambah lagi interest baru saya ..yang sekarang aja saya sudah dapat kecaman dari berbagai pihak atas dasar ketidakfokusan ..saya huhuuhu

Kembali ke topik bahasan kita, partai di Belanda tadi ternyata didirikan oleh dan untuk mendukung orang2 fedofilia (tau’ bener gak tulisannya) di Londo sono. Fedofilia itu tuh yang ’suka’ (suka’-nya pake tanda kutip lho) sama anak kecil..(Na’udzubillahi min dzalik). Hmm dan yang lebih parahnya lagi, dia tidak hanya minta melalui partai ini nantinya agar fedofilia.. itu dilegalkan di Belanda menyusul homo seks (Na’udzubillahi min dzalik) tetapi juga minta agar teman2nya yang melakukan seks dengan binatang (Na’udzubillahi min dzalik) juga dilegalkan disana.

Terus terang hari itu.. leherku tegang seharian (cuman teman2 gak tau, sebab tertutup wajah charming-ku..), hmm kebiasaan saya kalau mengalami sesuatu yang tidak bisa diterima, sama seperti kalau melihat kekerasan.. hmm jadi ingat waktu nonton berita yang isinya vulgar menayangkan peristiwa tewasnya 5 polisi di Papua waktu demo Freeport.. , pusingnya sampai 3 hari, dikepalaku cuman ada kata2.. ‘kok tega… kok bisa………????’, hmm apalagi kalau ada yang bawa video2 nyata bin biadab tentang perang dan kerusuhan seperti di Poso, Irak, etc …….. SORRRYYY JANGAN HARRAAPPPPPPP!!!!!…

Kembali ke kasus di Belanda (maklum bair kalo cerita, suka lari dari topik.. hahha), saya jadi ingat tentang teori.. penyimpangan sudut. Hmm kira2 gini nih teorinya $PERHATIAN bagi yang agak lambat daya tangkapnya silahkan dicatat ulang dan dibaca berkali-kali hahhaa, termasuk yang tulis dong$ : Jika kita menarik sebuah garis lurus yang awalnya hanya bergeser dengan sudut yang keciiiiiiiilllllllllllllll sekali… dari garis tegak lurus sebagai patokan, maka apabila diteruskan lama kelaman akan melebar terus dan semakin jauh dari garis tegak lurus. Seperti itulah sebuah penyimpangan dan dosa.. apabila dosa2 kecil kita biarkan maka tunggu saja.. lama kelamaan akan mempermudah dan membawa kita ke dosa lain yang lebih besar dan seterusnya ke yang lebih besar lagi.

Awalnya bila orang2 hanya membiarkan dan mentoleransi hal2 kecil yang sejatinya bertentangan dengan norma sosial apalagi norma agama, maka tunggu saja lama kelamaan akan memudarkan hal2 lain yang lebih besar. Itulah sebabnya salah satu hikmah kenapa Islam mewajibkan untuk menutup aurat bagi pria dan wanita dengan standar baku langsung dari yang menciptakan manusia, sebab bila tidak ada batasan2 yang jelas maka batasannya akan menyusut lama kelamaan seiring dengan menyusutnya moral manusia. Iya awalnya sih terbuka dikit.. lama kelamaan makin terbuka..makin terbuka.. dan akhirnya …sampai telanjang sudah tidak apa-apa lagi, dan ini sudah terbukti dengan munculnya kaum nudist yang bebas berjalan2 dengan telanjang di depan umum tanpa merasa bersalah dan risih.

Fungsi dari aturan berpakaian dalam Islam ini *yang demi kebaikan manusian ini*, selain untuk menghindari zina mata yang membuat orang tergerak a.k.a nafsu untuk menuju zina lainnya, juga bertindak sebagai penakar dosis. Penakar dosis?? hahaha ini istilah bair *yang mudah2an kali ini nyambung*, gampangnya seperti minum obatlah, kalau kita sudah terbiasa minum obat dengan takaran tinggi.. maka bila minum obat dengan dosis dibawa itu maka tidak mempan lagi.

Begitu pula sahwat a.k.a nafsu sex yang merupakan fitrah manusia dan rahmat dari Allah Subhana Wata’ala kepada kita. Apabila terlalu vulgar dan terlalu diekspos maka bisa-bisa hilang rasanya dan harus mencari yang lain dan lebih dari itu, oke lah selama yang lain itu dalam taraf yang halal dan normal.. monggo, tapi biasanya sih akan lari ke yang dilarang dan abnormal. Lihat saja di barat sana, hmm di timur juga sudah mulai ding… (Na’udzubillahi min dzalik)  dimana pria sudah mulai tidak lagi ada perasaan ‘gimmaannna gitu’…. kalau melihat wanita berpakaian minim bahkan telanjang.. karena sudah merupakan pemandangan setiap hari dan hal yang sangat biasa. Dengan adanya sex bebas orang2 mulai bosan dengan sex yang normal yang apabila dilakukan oleh pasangan suami istri merupakan ibadah, sehingga mencari alternatif lain agar bisa merasakan sesuatu. Maka jangan heran kalau mulai muncul istilah yang aneh2.. mulai dari gonta-ganti pasangan, tukar2an pasangan, sex sejenis a.k.a homo, fedofili, sampai sex dengan binatang (Na’udzubillahi min dzalik).

Coba jujur saja wahai laki2.. kalau kita bila melihat wanita yang berpakaian tertutup, pasti kita lebih penasaran. Hmm… saya yakin ini priasiawi (baca : manusiawi untuk laki2 hahaha…. #maksa#) .. hmm misalnya ..pasti deh kalo ada cewek pake jilbab.., membayangkan melihat wajahnya saja.. tanpa jilbab kita pasti penasaran sekali, apalagi lebih dari itu… tapi warning… jangan diwujudkan dalam tindakan nyata.. hahaha, kecuali tindakan nyatanya dengan buru2 nikah.

Hmm penutupnya NOBODY IS PERFECT, artinya hebat banget tu NOBODY bisa sempurna hehe, nggak ding..(mode serius:ON, ongol: masih ON juga hehe j/k)  ya kita harus menyadari kekurangan kita sebagai manusia yang nggak sempurna *kayaknya gak nyambung juga deh, whatever lah.. dari pada saya pake penutup BAGAIKAN AIR DI UJUNG TANDUK hayooo!!*, dan kemudian dilanjutkan dengan berusaha terus menerus menjadi lebih baik…

nb: Mari kita dukung program Bapak Bair .. untuk Be A Better Man… Aminnnn