Apakah kita sudah rasional dalam mengkonsumsi obat-obatan?

Uncategorized July 21st, 2008

Beberapa hari yang lalu Palembang hujan terus, jadinya hampir semua orang dewasa di rumah kena flu, termasuk Abi dan Umi-nya Lila huhuhu. Lila juga ikut-ikutan rewel, padahal kalo diliat-liat sih tidak ikut tertular.

Tapi buat jaga-jaga Umi-nya langsung browsing dan mencari informasi-informasi seputar pencegahan, pengobatan dan penaganan flu untuk bayi di internet. Dan dari sebagian banyak artikel, kita dapat artikel dari website sehatgroup.web.id yang sangat bagus dan mencerahkan yang ditulis oleh Dr. Purnamawati S Pujiarto, SpAK, MMPed.

Artikel ini berjudul Common Problems in Pediatrics, yang secara garis besar adalah membahasa isu Rational Use of Drugs (RUD) khususnya pada masalah kesehatan yang umum terjadi pada anak.

Selain informasi cukup detail untuk cara penanganan per penyakit yang sering terjadi pada anak, artikel ini juga memberi beberapa informasi-informasi penting khususna berkaitan dengan RUD.

Disini saya akan coba kutip beberapa informasi tersebu, hmm yang pertama adalah dimulai dengan mengetahui hak dan kewajiban kita sebagai pasien atau konsumen kesehatan.

Apa hak konsumen kesehatan? Memperoleh informasi  yang benar dan obyektif. Hal ini sesuai dengan tugas seorang tenaga kesehatan. Tugas dokter bukan hanya KURATIF (mengobati kondisi sakit), melainkan juga EDUKATIF PROMOTIF (penyuluhan kesehatan) dan upaya PREVENTIF (Pencegahan).

Apa kewajiban konsumen? Learn as much as possible. Salah satunya adalah mencari informasi, mempelajari dasar-dasar kesehatan dan mempelajari segala sesuatu perihal penyakit yang sedang dialami. Manfaatkan kemajuan teknologi yanga ada. Cari informasi kesehatan melalui internet, tetapi selektiflah memilih situs yang dipercaya. Be active, speak up terutama saat medical visit. Jika perlu cari 2nd opinion.

Kesalahan kita biasanya adalah minta langsung sembuh, atau sedikit-sedikit minta antibiotik, padahal …

Sebagian besar penyakit yang kita obati dengan antibiotik penyebabnya adalah virus, yang tidak bisa “dilawan” oleh antibiotik.

Beberapa alasan terjadinya tindakan abusive ini adalah:

  • Pasien  meminta obat yang cespleng – apa saja – termasuk antibiotik kalau perlu antibiotik yang superkuat
  • Bagi dokter, jauh lebih mudah menulis resep dibandingkan harus bersusah payah memberi penjelasan, menenangkan orang tua.

Ingat…hanya keadaan tertentu saja yg memerlukan antibiotik, dan mayoritas penyakit pada anak – disebabkan oleh infeksi virus, yg samasekali tdk membutuhkan antibiotik. Misal pada penyakit flu khususnya sangat dianjurkan untuk mencoba dengan mengobati sendiri dengan memperbanyak istirahat dan konsumsi cairan (ASI pada bayi), sebelum terburu-buru ke dokter.

Penggunaan obat khususnya antibiotik yang tidak bijak bukan hanya membahayakan si pemakai yang bisa saja kita atau bayi kita yang mengkonsumsinya, tapi bisa orang lain disekitar kita;

Setelah pemakaian antibiotik selama beberapa dekade, ternyata bermunculan banyak bakteri yang resisten (kebal) terhadap antibiotik. Hal ini membuktikan bahwa pemakaian antibiotik yang tidak rasional/membabi buta, justru akan merugikan pasien dan khalayak luas. Antibiotik merupakan satu2nya obat yang memiliki dampak sosial yang besar.

Contoh. Anak X sering memakan antibiotik setiap kali demam atau pilek.batuk, diare. Cepat atau lambat, kuman-kuman di sekitar X menjadi kebal terhadap berbagai antibiotik.  Bila kuman yang resisten terhadap antibiotik tersebut menyerang anak Y, maka anak Y otomatis juga tiurut dirugikan, bukan hanya anak X.

Antibiotic resistance dapat membahayakan jiwa dan memperberat kondisi dan penderitaan si pasien yang mungkin infeksinya sebenarnya tidak berat tetapi kumannya tidak dapat dibunuh oleh berbagai antibiotik (padahal sebelumnya, infeksi kuman ni dengan mudah dapat diatasi). Kuman yang kebal terhadap antibiotik ini –berkembang biak dengan cepat, menyerang anggota keluarga lainnya, tetangga, teman sekolah, teman kerja – mengancam seluruh komunitas. Lingkungan terancam infeksi oleh kuman jenis baru, yang sudah berubah bentuk, yang lebih ganas, kuman yang sulit dibunuh oleh antibiotik.

Hmmm .. bagaimana apa selama ini anda sudah RUD atau belum? kalau belum ..  gak papa ayo sama-sama mulai dari sekarang .. :)