Murid Harus Lebih Tangguh Dari Gurunya !!!!!

Uncategorized May 18th, 2009

Tantangan hidup setiap harinya terus berkembang dan semakin besar. Masalah dan solusi dalam berbagai hal silih berganti bermunculan menambah khasanah kehidupan dan kehidupan *caillah*.

Karena itu sudah sepantasnya adik-adik kita, anak-anak kita dan murid-murid kita mendapat yang lebih dari kita. Ilmu dan pengalaman kita sebaiknya pengantar mereka mendapatkan ilmu yang lebih luas lagi, bukan justru menjadi pembatas keilmuan mereka.

Sangat tidak pantas jika seorang guru/dosen/pengajar merasa sudah cukup puas memberikan murid-murid mereka sebatas yang mereka tahu, apalagi menghambat murid-muridnya untuk berkembang, mencari tahu, mencoba dan mencicipi lautan ilmu yang sangat luas.

Guru/dosen bukan sumber tunggal ilmu, terlebih jika guru/dosen tersebut, ilmunya sedikit dan tidak punya tanggung jawab dan rasa malu untuk memaksa dirinya terus menjadi manusia pembelajar.

Kalau engkau guru/dosen malas melakukan pemutakhiran ilmu, penambahan wawasan, TOLONG…. jangan ajak-ajak muridmu untuk berpuas diri dan berjumud dengan ilmu dari dirimu, dan sekali lagi TOLONG jangan bentuk karakter murid-muridmu hanya menjadi pemulung ilmu apalagi pembenci ilmu.

Bayangkan (awas kalo tidak bayangkan !!! heheh :D), jika hanya ilmu seorang guru/dosen yang pada zamannya saja kemungkinan tidak cukup bisa diandalkan, akan diberikan kepada muridnya untuk menghadapai tantangan yang lebih besar pada zamannya. Padahal pada saat transfer ilmu itu akan ada yang berkurang, entah karena cara penyampaian guru atau daya tangkap murid.

Oleh sebab itu wahai guru/dosen dimanapun engkau berada, carikanlah dan kenalkanlah guru/dosen tambahan bagi murid-muridmu, entah itu guru/dosen lain, buku, internet, kehidupan nyata, dan lain-lain, biar murid-muridmu bisa belajar lebih banyak hal dan dari lebih banyak sumber yang tepat, agar murid-muridmu bisa lebih tangguh dari dirimu, karena yang akan mereka hadapi jauh lebih berat darimu.

Milih Gelar atau Bukti?

Uncategorized March 27th, 2009

Tentang gelar Indonesia termasuk yang paling norak, aneh bin ajaib :).

Mulai dari yang ngambek tidak mau datang mantenan kalau gelarnya lupa atau salah tulis pada undangan. Sampai penempatan gelar yang tidak pada tempatnya, bahkan sampai mengganti bin merubah nama asli kita dari akte kelahiran pada Kartu Tanda Penduduk, ckck.. bisa dibayangkan ribetnya penerapan identitas tunggal di Indonesia, dimana databasenya berubah-rubah, misal nama: “Muhammad Subair”, bisa berubah-rubah menjadi “H. Muhammad Subair”, “Prof. Dr Muhammad Subair,  S.Kom, MSc, MBA”, dan lain sebagainya.

Khusus gelar Haji juga sangat dasyat, terutama beberapa daerah, dimana panggilan Haji adalah kehormatan. Masalah menghormati orang yang sudah naik haji tidak salah, cuman ya itu gak perlu segitunya kale’, biar natural aja dia jadi lebih terhormat dengan perilaku, akhlak dan ibadahnya yang meningkat sepulang dari ibadah haji. Tidak perlu diagung-agungkan nama hajinya, dan tidak mau balik lagi kalau hanya dipanggil dengan namanya seperti dulu, harus dengan “Bu atau Pak Haji” hehe. Sekalian aja, tambahin Pak Syahadat, Shalat, Zakat, Puasa, Haji biar lengkap :).

Pas musim kampanya sekarang juga, lihat berbagai macam orang jadi Calon Legislatif dan pasang poster, spanduk, baliho di sepanjang jalan. Mulai dari yang aneh sampai yang sangat aneh sekali banget ada:). Yang menarik adalah saya baru sadar banyak sekali orang yang bergelar di Indonesia, bahkan sampai Profesor, tapi hmm.. saya jadi bertanya-tanya kok belum pernah dapat karya-karya nyatanya ya, hmm .. Bair aja yang kurang wawasan mungkin.

Tapi ada juga yang sebaliknya, di poster kampanyenya saya justru tidak lihat gelar yang sering dipasang kalau berita tentang dia muncul di koran-koran. Kemungkinan paling besar ada 2 sih; No. 1. Dia gak mau pamer gelar tidak pada tempatnya, atau No. 2. Dia gak berani gelarnya itu diperiksa KPU hehe..

Jadi ingat buku-buku semasa kuliah, buku-buku dari luar rata-rata penulisnya bergelar, akan tetapi hampir tidak pernah di sampul buku tertera nama pengarang dengan gelarnya. Kita baru tahu gelarnya begitu kita membaca otobiografi di lembar akhir.

Hmm.. jangan pusing dulu, ini kita baru bahas yang emang gelarnya dapat dengan betul, belum bahas yang dapat nemu :)….

Tentukan arah baru pikirkan kecepatan

Uncategorized October 23rd, 2008

Selama ini sangat sedikit informasi atau bimbingan disediakan untuk siswa-siswi menentukan arah, minat, cita-cita atau target ke masa datang. Padahal ini adalah hal yang sangat menentukan keberhasilan di masa datang, bahkan bisa dikatakan lebih penting daripada pemberian ilmu pengetahuan, keterampilan dan lain-lain yang merupakan bekal, bahan bakar, atau kendaraan untuk menuju tujuan tersebut.

Analoginya sangat sederhana, jika hidup ini adalah perjalanan, saat ini banyak sekali dari kita yang tidak tahu arah, asal gas saja, dan asal jalan saja. Kita tidak pernah tahu sebenarnya tujuan kita akan kemana, yang kita lakukan adalah asal jalan saja. Bisa jadi memang jarak yang telah kita tempuh sangat jauh tapi bukan tidak mungkin justru menjauhi tujuan kita.

Jika kita tidak tahu tujuan kita dari Makassar adalah Jakarta, kita langsung buru-buru beli tiket pesawat ke Amerika, setelah itu ketika diatas pesawat baru tahu kalau kita akan ke Jakarta, tentu kita harus balik, itupun kalau masih punya dana untuk balik. Alangkah baiknya jika terlebih dahulu kita mencari tahu tujuan kita, bahkan bisa dikatakan jauh lebih baik kita menunggu sampai ada kepastian tujuan.

Mungkin kita yang telah bekerja saat ini, sudah mulai merasakan, betapa banyak bahan bakar yang dulu kita keluarkan percuma. Betapa banyak materi dan pelajaran yang telah kita telan tanpa tahu apa tujuan, selain untuk memenuhi tuntutan sekolah. Memang sih tidak ada ilmu yang sia-sia, tapi bukankah akan lebih baik jika dulu kita belajar apa yang kita butuhkan untuk tujuan kita nanti, kalaupun ada bidang yang lain di luar target jangka panjang, setidaknya mempelajari itu adalah pilihan kita, bukan cuman keharusan bahkan keterpaksaan.

Jadi coba kita sekarang kita tentukan arah yang benar, baru silahkan atur gas sesuai keinginan dan kemampuan kendaraan kita.

Merumuskan Masalah adalah Bagian Penting dari Solusi

Uncategorized August 3rd, 2008

Kakang Linus Torvald (pencetus Linux) sebagaimana dikutip oleh Eric Steven Raymond dalam bukunya yang legendaris “The Cathedral and The Bazaar” mengakui kalo penemuan dari suatu masalah menempati posisi yang penting, bahkan lebih penting dari dan menantang dibanding penemuan solusi. Kadangkala, kebuntuan dalam menagani suatu masalah adalah akibat definisi masalah yang keliru.

Hmmm…. jadi kepikiran lagi nih tugas berat untuk mencari solusi masalah pendidikan kita. Di luar negeri saja model pendidikan mulai diarahkan untuk terjun mencari pengalaman dan jam terbang di dunia nyata adalah agar setiap individu selain menjadi pemecah masalah, ia juga dapat menjadi perumus masalah yang baik. Hal ini untuk mengimbangi kegiatan di kelas dimana kebanyakan para siswa menerima sebuah soal yang sudah jadi..

Lalu bagaimana tidak khawatir jika melihat kondisi kita di Indonesia dimana para pengajar hanya menghadirkan soal hapalan dan bahkan tidak jarang soal puluhan tahun lalu karena malas buat soal baru (yang berkebalikan dengan buku cetak yang berganti terus), sementara para siswa dapat terbiasa dengan menghafal solusi dari soal-soal yang sudah ada.

Sekolah Alam; Belajar jadi Tarzan ?

Uncategorized February 17th, 2008

Hehehe mungkin ada yang berpikiran Sekolah Alam seperti judul di atas? Mungkin yang harus diluruskan deskripsi kita tentang Alam itu dulu. Hmm mungkin sebagai pengantar perlu baca bukunya Toto Chan ‘Gadis Cilik Di Jendela’. Buku ini adalah kisah nyata yang ditulis oleh Toto Chan (Tetsuya Kuroyanagi) tentang masa kecilnya sekolah di sekolah alam. Disitu diceritakan dengan alur yang sangat menarik (memangnya bair, kalo cerita gak jelas :p) bagaimana dia (Toto Chan) yang masih kelas 1 SD dikeluarkan dari sekolah karena dianggap nakal.. Nakal disini karena dia selalu ingin tahu tentang segala sesuatu. Sampai akhirnya dia pindah sekolah di sebuah sekolah yang tidak seperti sekolah2 yang lain.. , hmm kalo ada yang pengen tahu coba aja cari bukunya, banyak kok malahan ini termasuk buku lama dari tahun baheula dan sudah dicetak ulang berapa kali.

Di Indonesia pun sudah beberapa Sekolah Alam yang didirikan, malahan pernah baca di internet ada sekolah alam yang dibangun sendiri patungan oleh beberapa orang2 tua yang ingin anaknya sekolah di sekolah alam, tapi di tempatnya belum ada. Dan dasyatnya mereka sampai mendatangkan kontainer bekas sebagai ruang kelas untuk menyaingi sekolah Toto Chan yang dari gerbong kereta *yang akhirnya hancur karna perang Dunia II dulu*.

Selain memanfaatkan dan berinteraksi langsung dengan alam untuk belajar mengajar, beberapa hal yang unik dari sekolah alam ;
a. Anak2 tidak wajib menggunakan seragam dan sepatu, malahan kalo bisa pakai baju yang tidak sayang kalo sampai kotor atau rusak :) b. Terdapat jam2 belajar bebas, dimana setiap anak dibebaskan belajar mandiri apa yang dia sukai, dengan di awasi oleh guru nya .. , tentunya gurunya harus pintar dan siap setiap saat, tiba2 ada murid A nanya biologi, murid B nanya masalah ruang angkasa dan murid C juga ngantri untuk curhat masalah ekonommi mikro (maksudnya duit jajannya kurang hehe).. kan harus siap jawab.
c. Porsi belajar dalam kelas diusahakan seimbang dengan bermain di alam, kunjungan ke tempat2 khusus, praktek, membaca di perpustakaan dll
d. Belajar menggunakan suatu objek secara langsung tanpa pengotak2an bidang ilmu, dan dari objek tersebut maka akan belajar berbagai masalah. Misal hari ini anak2 belajar praktek menanam pohon, disitu anak2 melihat pohon ini memiliki bagian2 apa saja (Biologi), terus jika ada 10 pohon tentunya jumlah resource untuk menanamnya adalah resource 1 pohon dikali 10 (Matematika + Project Management ‘caillah’), manfaat menanam pohon dan akibatnya jika merusak pohon (lingkungan), bergotong royong dengan teman2 (Team Work ‘caillah lagi’), dan selanjutnya setelah selesai harus dengan sabar memelihara pohon itu setiap hari untuk melatih mental sabar dan sadar akan proses.
e. Guru bukan Mahluk yang tahu segalanya dan tidak pernah salah, dan ilmu bisa dari mana saja, dari buku-buku (bukan hanya buku wajib :) ), internet, teman2
f. Prioritas yang ingin dibentuk ke murid secara berurutan adalah: Iman dan Takwa, mental dan karakter baru kemudian ilmu pengetahuan dan teknologi.
g. Minat anak2 didukung, diarahakan, dibantu dan dikembangkan.
h. Nilai diatas kertas bukan segalanya *akuuuurrrr*
i. dll

Cuman yang menjadi kendala kebanyakan dari sekolah alam yang ada ini rata2 biayanya lebih mahal dari sekolah umum, seperti sekolah ponakan teman saya di Bekasi yang punya sarana praktek untuk berkebun, beternak, perpustakaan yang lengkap dll. Apa betul sih konsep sekolah alam harus mahal? Padahal IMHO (In My Humble Opinion yg artinya Pendapat Sok Tau Saya hehehe) sekolah alam ini seharusnya murah, karena memanfaatkan yang ada di alam. Kita tidak perlu memaksakan kondisi alam sama seperti yang ada di sekolah Toto Chan dimana dikelilingi oleh sawah, sehingga salah satu gurunya adalah seorang petani asli, dll. Justru sebaliknya kita bisa menggunakan lingkungan nyata apa adanya bagi anak2. Alam tidak selalu identik dengan kondisi perkebunan dan lain sebagainya, cuman kalo memang ada, better I think *apa artinya Ir?* karena pasti akan membuat suasana lebih fresh dan menyenangkan.

Coba lihat apa yang disediakan lingkungan kita yang bisa digunakan sebagai sarana belajar anak2, tentunya jika ada yang bisa ditambahkan tanpa mengganggu dan memberatkan pihak murid/wali maka lebih baik lagi. Bisa juga dengan menyiasatinya, jika sekolah tidak punya cukup buku, coba cari donatur, atau pada hari tertentu berkunjung ke perpustakaan2 terbaik di kota atau sekolah lain. Jika tidak punya sarana praktikum coba lobi pabrik2 tahu dan tempe, kerajinan, dll di desa kita untuk dikunjungi, atau memberi kuliah tamu di SD kita, dan lain2. Untuk belajar agama bisa langsung meminta kepada ustadz/ustadzah yang mumpuni dan uang bukan alasan utamanya mengajar :). Dan masih banyakkk lagi..

Mungkin ada yang tertarik, silahkan cari tahu dan paling gampang langsung aja tanya2 ama Om Google, atau bisa langsung ke beberapa TKP berikut..
[1]http://www.sekolahalam.org/
[2]http://sekolahalambandung.com/
[3]http://sekolahalam.blogspot.com/
[4]dll