Berwiraswasta Membantu Meningkatkan Nilai Tawar Pekerja Indonesia

Uncategorized December 30th, 2008

Saya selalu menganjurkan kepada teman-teman untuk berwirausaha, tapi bukan berarti saya mencap bahwa wirausaha pasti lebih baik daripada bekerja. Semua punya kelebihan dan kekuranga, serta konsekuensi masing-masing.

Hanya saja kadang yang harus kita ingat bahwa kondisi pekerja di negara kita tercinta ini, memiliki bargaining power yang sangat rendah dihadapan pemberi kerja, tentunya tidak bisa digeneralizir, karena pasti ada orang-orang tertentu yang punya kekuatan berhubung skill/kemampuan yang dipunyai dia sangat diperlukan dan jarang ditemukan.

Sedangkan untuk pekerjaan-pekerjaan umum, dimana jumlah lapangan kerja sangat sedikit dibanding dengan calon pekerjanya, apalagi jenis pekerjaannya yang tidak memiliki ketrampilan rumit, atau gampang dikerjakan dan dipelajari oleh banyak orang, maka pemberi pekerjaan bisa membuat standar/aturan seenaknya, termasuk dengan menerobos ataupun mencari celah peraturan perundang-udangan yang ada.

Mulai dengan memanfaatkan kelemahan peraturan dan penegakan masalah outsourcing sebagai strategi menyiasati UU No. 13 No. 2003 Pasal 59 tentang kontrak kerja yang membatasi kontrak maksimal 2 tahun dan hanya boleh diperpanjang 1 kali untuk jangka waktu paling lama 1 tahun. Dimana Bair menemukan sendiri banyak munculnya perusahaan-perusahaan bayangan untuk membantu perusahaan besar menampung sementara para pekerjanya yang sudah 2 tahun tapi tidak diangkat juga.

Hal ini diperburuk apabila standar gaji diserahkan ke mekanisme pasar, tentunya kita ketahui hukum standar pasar dimana harga adalah titik seimbang dari permintaan dan penawaran, tentu saja tau sendiri akibatnya. Mekanisme pasar ini mungkin bisa diterapkan di negara-negara seperti Amerika dan Singapura yang jumlah pengusaha dan minat untuk menjadi pengusaha sangat tinggi.

Para pekerja termasuk buruh kasar akan bisa meminta dan mendapat gaji yang layak, bahkan bisa lebih tinggi karena jarang yang mau kerja seperti itu. Logikanya bila kita punya pilihan lebih dari 1 tempat kerja, tentu kita bisa memilih yang paling tinggi/baik, nah jika kita hanya mendapat tawaran kerja dari 1 perusahaan, kenapa kita tidak membandingkan tawaran dari perusahaan tersebut dengan perkiraan pendapatan wiraswasta yang kita bsia, misal jual sayur, warteg, pabrik tempe, servis elektronik/komputer, les privat dll.

Oleh karena itu bagi teman-teman yang memiliki kemampuan dan kemauan, apalagi yang memang sedang nganggur, sambil coba cari kerja kalo emang pengennya kerja, coba usaha deh, gak takut apa lihat semua pengusaha/pemilik modal di Indonesia adalah orang luar, yang tidak berlebih-lebihan kalau dikatakan kita sedang menuju kepada penjajahan gaya baru di bidang ekonomi.