Kisah kantor Palembang ‘dedicated to Chulu’

Uncategorized February 3rd, 2008

Saat ini sudah mulai aktif ngeblog lagi nih Bairyan.. hhehee

Iya soalnya emang kerjaannya hampir selalu di depan internet, jadi sekalian kalo ada ide langsung ditulis. Oh iya, bagi yang belum tau (yang sudah tau juga gak papa kok, gak usah sedih gitu dong) saya sekarang sudah di Palembang - Sumatera Selatan. Tepatnya sekarang tinggal di Pondok Indah Mertua. Yups keputusan untuk pindah ini sudah dirancang jauh2 hari sebelum saya dan istri akan menikah, tapi sudah sepakat akan rutin ke Sulawesi minimal salah satu dari dua hari raya Islam (mudah2an selalu sehat wal afiat dan rejekinya lancar terus biar bisa silaturahmi ke kluarga dan teman2.. Aminnnn). Ada tarik ulur kepentingan, menimbang untung rugi, analisa mendalam, studi lapangan dan literatur, 2 kali ujian dan 4 kali revisi  haaaalllah.. emang apaan :), intinya kita akan default di Palembang dan mengejar mimpi kita untuk lebih bermanfaat bagi semua dunia dan akhirat.

Di Palembang ini kami (saya, istri (Nia) dan seorang teman kuliah) akan mencoba membangun usaha yang sebenarnya sudah kami rintis beberapa bulan sebelumnya di Jakarta. Hmmm… doain ya soalnya baru merangkak nih. Mimpi kami sangat besar dengan tujuan yang cukup idealis tapi tetap saja dalam bingkai realistis :).

Saya rasa judulnya bukan usaha deh (pliss deh siapa yang nulis.. kok malah nanya?), jadi kita balik ke topik awal. Salah satu yang ingin saya cerita adalah kantor kami yang pertama ini (di Jakarta kantonya virtual aja hehehe), dalam pembuatannya dibantu sama teman saya Chulu. Chulu’ alias Zulfikar ini teman saya dari TK, SD, SMP dan SMA di SOROWAKO CITY, hanya saja dia kuliah di Bandung dan ngambil jurusan desain interior. Cocok sekavo (bahasa Banda’ yang artinya ’sekali banget’) ama dia yang dari dulu punya jiwa seni, cuman mungkin kuliahnya sedikit terhambat karena sibuk ama band dan rutin ditolak cewek hahhaaah.. (becandaji Chulu’).

Kali ini Chulu’ sedikit stress, sudah diterbangkan dari Bandung ke Palembang dengan ikhlas tanpa minta bayaran karna mo bantu teman yang mo buka usaha dengan modal uang NOL (tapi + trilyun semangat + ton2 integritas + sekunci2 dunia ‘apaan nih’ doa dan restu dari orang2 yang kami cintai), dia juga harus dibikin stress dengan budget yang sangat terbatas sekali.  Dan dengan dibantu oleh tim tukang bedah kantor (Papa Nia ’sebagai penasehat’, Mas Margono, Bang Taufik, Bang Parman dan Bang Anwar) hasilnya bisa menyulap paviliun menjadi tempat yang bisa saya banggakan untuk bertemu klien, wawancara calon pgawai, bertemu kolega (caiiilllahhh), tidur siang karna ada ACnya dan lain2.

Rangkaian prosesnya dikerjakan rame2 dibawah komando sang konsultan (cuiiit cuiiit2000X sampai pegel), mulai dari belanja alat dan bahan yang pulang pergi Pasar 16 Ilir 2X sehari, pengecetan rame2 menggunakan standar gambar dari Chuls, perancangan logo baru, pembuatan logo baru guyub dari fiber, reparasi furnitur2 bekas untuk kantor, pencurian tanaman hias mertua untuk hiasan :), dll. Kalau ada yang pengen liat hasilnya sudah saya taruh di flickr, maunya pasang foto2 pembandingnya sebelum dan sesudah supaya betul2 terlihat perubahannya, tapi belum sempat (baca = malas :) ).

Ok last but not least, bagi yang tertarik untuk menggunakan konsultan interior silahkan kontak Chulu, dijamin harganya murah meriah mencret tetapi jelas profesional dan dijamin tidak mengecewakan (Chulu’ ingatko persenan le’ hehehee). Oh iya sampai lupa, sama moka juga terima kasih sama Pedly yang mengijinkan saya pinjam Chulu’nya sebentar ke Palembang :).