Sekolah Alam; Belajar jadi Tarzan ?
Uncategorized February 17th, 2008
Hehehe mungkin ada yang berpikiran Sekolah Alam seperti judul di atas? Mungkin yang harus diluruskan deskripsi kita tentang Alam itu dulu. Hmm mungkin sebagai pengantar perlu baca bukunya Toto Chan ‘Gadis Cilik Di Jendela’. Buku ini adalah kisah nyata yang ditulis oleh Toto Chan (Tetsuya Kuroyanagi) tentang masa kecilnya sekolah di sekolah alam. Disitu diceritakan dengan alur yang sangat menarik (memangnya bair, kalo cerita gak jelas :p) bagaimana dia (Toto Chan) yang masih kelas 1 SD dikeluarkan dari sekolah karena dianggap nakal.. Nakal disini karena dia selalu ingin tahu tentang segala sesuatu. Sampai akhirnya dia pindah sekolah di sebuah sekolah yang tidak seperti sekolah2 yang lain.. , hmm kalo ada yang pengen tahu coba aja cari bukunya, banyak kok malahan ini termasuk buku lama dari tahun baheula dan sudah dicetak ulang berapa kali.
Di Indonesia pun sudah beberapa Sekolah Alam yang didirikan, malahan pernah baca di internet ada sekolah alam yang dibangun sendiri patungan oleh beberapa orang2 tua yang ingin anaknya sekolah di sekolah alam, tapi di tempatnya belum ada. Dan dasyatnya mereka sampai mendatangkan kontainer bekas sebagai ruang kelas untuk menyaingi sekolah Toto Chan yang dari gerbong kereta *yang akhirnya hancur karna perang Dunia II dulu*.
Selain memanfaatkan dan berinteraksi langsung dengan alam untuk belajar mengajar, beberapa hal yang unik dari sekolah alam ;
a. Anak2 tidak wajib menggunakan seragam dan sepatu, malahan kalo bisa pakai baju yang tidak sayang kalo sampai kotor atau rusak
b. Terdapat jam2 belajar bebas, dimana setiap anak dibebaskan belajar mandiri apa yang dia sukai, dengan di awasi oleh guru nya .. , tentunya gurunya harus pintar dan siap setiap saat, tiba2 ada murid A nanya biologi, murid B nanya masalah ruang angkasa dan murid C juga ngantri untuk curhat masalah ekonommi mikro (maksudnya duit jajannya kurang hehe).. kan harus siap jawab.
c. Porsi belajar dalam kelas diusahakan seimbang dengan bermain di alam, kunjungan ke tempat2 khusus, praktek, membaca di perpustakaan dll
d. Belajar menggunakan suatu objek secara langsung tanpa pengotak2an bidang ilmu, dan dari objek tersebut maka akan belajar berbagai masalah. Misal hari ini anak2 belajar praktek menanam pohon, disitu anak2 melihat pohon ini memiliki bagian2 apa saja (Biologi), terus jika ada 10 pohon tentunya jumlah resource untuk menanamnya adalah resource 1 pohon dikali 10 (Matematika + Project Management ‘caillah’), manfaat menanam pohon dan akibatnya jika merusak pohon (lingkungan), bergotong royong dengan teman2 (Team Work ‘caillah lagi’), dan selanjutnya setelah selesai harus dengan sabar memelihara pohon itu setiap hari untuk melatih mental sabar dan sadar akan proses.
e. Guru bukan Mahluk yang tahu segalanya dan tidak pernah salah, dan ilmu bisa dari mana saja, dari buku-buku (bukan hanya buku wajib
), internet, teman2
f. Prioritas yang ingin dibentuk ke murid secara berurutan adalah: Iman dan Takwa, mental dan karakter baru kemudian ilmu pengetahuan dan teknologi.
g. Minat anak2 didukung, diarahakan, dibantu dan dikembangkan.
h. Nilai diatas kertas bukan segalanya *akuuuurrrr*
i. dll
Cuman yang menjadi kendala kebanyakan dari sekolah alam yang ada ini rata2 biayanya lebih mahal dari sekolah umum, seperti sekolah ponakan teman saya di Bekasi yang punya sarana praktek untuk berkebun, beternak, perpustakaan yang lengkap dll. Apa betul sih konsep sekolah alam harus mahal? Padahal IMHO (In My Humble Opinion yg artinya Pendapat Sok Tau Saya hehehe) sekolah alam ini seharusnya murah, karena memanfaatkan yang ada di alam. Kita tidak perlu memaksakan kondisi alam sama seperti yang ada di sekolah Toto Chan dimana dikelilingi oleh sawah, sehingga salah satu gurunya adalah seorang petani asli, dll. Justru sebaliknya kita bisa menggunakan lingkungan nyata apa adanya bagi anak2. Alam tidak selalu identik dengan kondisi perkebunan dan lain sebagainya, cuman kalo memang ada, better I think *apa artinya Ir?* karena pasti akan membuat suasana lebih fresh dan menyenangkan.
Coba lihat apa yang disediakan lingkungan kita yang bisa digunakan sebagai sarana belajar anak2, tentunya jika ada yang bisa ditambahkan tanpa mengganggu dan memberatkan pihak murid/wali maka lebih baik lagi. Bisa juga dengan menyiasatinya, jika sekolah tidak punya cukup buku, coba cari donatur, atau pada hari tertentu berkunjung ke perpustakaan2 terbaik di kota atau sekolah lain. Jika tidak punya sarana praktikum coba lobi pabrik2 tahu dan tempe, kerajinan, dll di desa kita untuk dikunjungi, atau memberi kuliah tamu di SD kita, dan lain2. Untuk belajar agama bisa langsung meminta kepada ustadz/ustadzah yang mumpuni dan uang bukan alasan utamanya mengajar :). Dan masih banyakkk lagi..
Mungkin ada yang tertarik, silahkan cari tahu dan paling gampang langsung aja tanya2 ama Om Google, atau bisa langsung ke beberapa TKP berikut..
[1]http://www.sekolahalam.org/
[2]http://sekolahalambandung.com/
[3]http://sekolahalam.blogspot.com/
[4]dll
About